P eran Pendidikan Pondok Pesantren dalam Perbaikan Kondisi Keberagaman Lingkungan              Oleh : Khumairoh* Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berbasis masyarakat penyelenggaraannya meliputi pendidikan diniyyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya (IKAPI, 2010: 146), tujuan pondok pesantren untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan peserta didik untuk menjadi ahli agama ( Mutafaqqih fi al-din ) dan menjadi muslim yang memiliki pengetahuan dan keterampilan atau kualitas untuk membangun kehidupan yang Islami di lingkungan masyarakat. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peran pesantren di lingkungan masyarakat sangat besar. Oleh karena itu, kita tidak dapat mendiskreditkan keberadaan pesantren di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pada sudut pandang lain, fungsi pendidikan pondok pesantren dapat dikatakan sebagai alat pengend...

 

Peran Santri Dalam Menghadapi New Normal

Oleh : Izul Fitriyani Nuzulusalis*

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama islam yang mampu mencetak generasi-generasi ulama dan mampu meningkatkan kesejahteraan Indonesia. Pesantren bisa dibilang tempat tinggal santri yang mengaji di tempat tersebut, Seperti yang kita ketahui bahwasannya pondok pesantren mempunyai pimpinan yang sering di sebut ‘’kyai’’ yang mendidik mereka selama di pesantren.

Sejak wabah corona melanda, menjadi dilema besar yang di rasakan oleh Kyai, para asatid-asatidzah dan tentunya para santri. Karena di dalam pondok pesantren tentunya tidak sedikit orang, bahkan bisa ribuan orang, Kita tidak mengetahui, kapan saja virus corona menyebar, karena di dalam pondok pesantren masih sulit menerapkan protokol kesehatan secara ketat, terutama social distancing, maka semua pondok pesantren diliburkan dan santri dipulangkan ke rumah dengan sesuai protokol kesehatan yang di tentukan.

Semua langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk pencegahan dari virus covid-19 yang dinilai sangat rawan di lingkungan pondok pesantren, meskipun begitu, santri yang dirumah tidak sepenuhnya libur, akan tetapi tetap belajar walaupun menggunakkan media internet. Karena menjaga protokol kesehatan santri lebih penting dari pada tetap mengaji di tempat akan tetapi tidak menjaga protokol kesehatan.

Masa new normal adalah masa dimana santri memang diwajibkan pulang ke pondok pesantren dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Sebelum samapi di pondok pesantren mereka di wajibkan untuk tes rapid dan isolasi mandiri di tempat karantina yang sudah disiapkan oleh pondok pesantren, selain itu, mereka diwajibkan membawa handsanitizer, masker, dan obat pribadi. Walaupun masa new normal, santri ketika mengaji tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti emmakai masker dan jaga jarak dengan temannya.

Di pondok pesantren pun tetap menerapkan salaman kepada kyai, namun tidak bersentuhan secara langsung, akan tetapi salim dengan meletakkan tangan di dada saat berhadapan dengan Kyai ataupun asatid, Sehingga protokol kesehatan tetap berjalan. Dengan begitu tidak menghapus budaya santri untuk tadzim kepada Kyai.

Dengan demikian kita dapat mengambil hikmah dari masa pandemi seperti ini, yaitu menjadikan santri agar tidak gagap dalam berteknologi, terlebih pada era digital ini, Sehingga aktifitas belajar mengajar pun masih tetap berjalan dimanapun dan kapanpun. Karena itu salah satu harapan, bahwasannya santri harus bersyukur, tidak mengeluh dengan keadaan seperti ini, dan diharapkan kepada seluruh santri agar selama dirumah juga tetap menerapkan protokol kesehatan.

*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Posko 52

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini