P eran Pendidikan Pondok Pesantren dalam Perbaikan Kondisi Keberagaman Lingkungan              Oleh : Khumairoh* Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berbasis masyarakat penyelenggaraannya meliputi pendidikan diniyyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya (IKAPI, 2010: 146), tujuan pondok pesantren untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan peserta didik untuk menjadi ahli agama ( Mutafaqqih fi al-din ) dan menjadi muslim yang memiliki pengetahuan dan keterampilan atau kualitas untuk membangun kehidupan yang Islami di lingkungan masyarakat. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peran pesantren di lingkungan masyarakat sangat besar. Oleh karena itu, kita tidak dapat mendiskreditkan keberadaan pesantren di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pada sudut pandang lain, fungsi pendidikan pondok pesantren dapat dikatakan sebagai alat pengend...

 

Urgensi Literasi Digital di Era Industri 4.0

Oleh : Farida Hanum*

Literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital. Kajian literasi digital sudah banyak diteliti oleh beberapa ahli di lingkup internasional, namun di Indonesia penelitian di bidang ini belum banyak dilakukan. Kompetensi literasi digital ini berguna untuk menghadapi restaurant dalam bidang informasi akibat munculnya internet. Faktanya, saat ini pengguna internet semakin meningkat dan mayoritas berusia remaja. Penggunaan internet oleh remaja pun bervariasi, bukan hanya digunakan untuk mencari informasi akademik melainkan juga untuk membangun relasi melalui situs jejaring sosial. Permasalahannya, kemajuan teknologi internet menyebabkan penggunaan teknologi informasi yang berlebihan di kalangan remaja sehingga menimbulkan terjadinya kasus-kasus yang tidak diinginkan. Oleh Karena Itu sangat penting literasi digital dalam era industrial 4.0.

Sejak zaman dahulu, literasi sudah menjadi bagian dari kehidupan dan perkembangan manusia, dari zaman prasejarah hingga zaman modern. Dari zaman prasejarah manusia hanya membaca tanda-tanda alam dan symbol untuk mempertahankan diri. Seiring dengan perkembangan waktu, manusia memasukki tahap perkembangan ditaraf yang sangat maju, dari tidak kode dengan angka, dapat membaca dan menulis sehingga menghasilakn beberapa pemikiran dan budaya. [1]

Masalah literasi digital merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari informasi. Informasi merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan informasi setiap orang dapat melakukan berbagai banyak hal. Sedangkan informasi dari tahun ketahun, dari waktu ke waktu akan terus berkembang dan diikuti dengan perkembangan informasi. Informasi tidak hanya diperoleh lewat media cetak saja, sekarang informasi dapt diperoleh dengn mudah melalui digitalisasi. Oleh karena itu, masyrakat dapat mengikuti perkembangan zaman sehingga tidak tertinggal informasi.  

 

Urgensi Literasi Digital di Era Industri 4.0

Sejak tahun 2018, tantangan bangsa ini adalah era revolusi industry 4.0, dimana era digital menjadi salah satu rujukan dalam tatanan kehidupan saat ini. Untuk menghadapi revolusi industry 4.0 diperlukan literasi digital yang harus direspon dengan baik, karena ini menjadi sangat penting untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas yang akan menjadi penyongsong dan penerus bangsa.

Industry 4.0 merupakan nama yang diberikan pada tren saat ini tentang otomasi dan pertukaran data manufaktur.  Sedangkan literasi digital merupakan kemampuan yang sesuai dengan individu untuk   hidup, belajar dan bekerja dalam masyarakat digital. Secara umum,  yang dimaksud literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi,  untuk menentukan,  mengevaluasi,  memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan informasi.[2]  Literasi digital tidak hanya memahami fungsional teknik informasi dan komunikasi saja, tapi menggambarkan keragaman praktik, perilaku dan identitas digital yang lebih bervariasi. Dalam hal ini, literasi digital akan selalu berkembang dari waktu kewaktu sesui dengan perkembangan zaman.

Dalam menghadapi era revolusi 4.0 tidak cukup dengan kemampuan menulis, membaca,  dan menghitung. Dibutuhkan untuk menganalisa data yang terdapat didunia digital dan memahami sistem serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan sesama antar negara satu ke negara lain,  pulau satu ke pulau lain.  Karena salah satu pengguna internet yang sangat besar adalah Negara Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Pusat Kajian Komunikasi (Puskokom) Universitas Indonesia, dengan jumlah pengguna internet pada awal tahun 2015 sebesar 88.1 juta orang dan akan terus bertambah dalam kurung waktu satu tahun.[3]

Setipa individu perlu memahami bahwa literasi digital merupakan kebutuhan yang sangat penting agar dapat berpartisipasi di era industtri 4.0. Saat ini literasi digital sangat penting dengan membaca, menulis, berhitung dan dengan disipli ilmu lainnya. Generasi sekarang bertumbuh dan berkembang dengan teknologi digital yang tidak terbatas ruang dan waktu.

Setiap individu,  hendaknya dapat bertanggungjawab terhadap teknologi yang digunakan untuk lingkungan sekitar atau dilingkungan keluarga.  Walaupun teknologi ini dapat digunakan berkomunikasi, berinteraksi serta mencari informasi,  sebagai pengguna yang cerdas,  sebaiknya memilahnya terlebih dahulu,  karena dunia maya saat ini sangat dipenuhi dengan berita hpas  tanpa ada pertanggungjawaban sehingga dapat merusak ekosistem digital saat ini. 

Menjadi literasi digital seharusnya dapat memproses informasi secara baik,  memahami pesan, serta berkomunikasi secara efektif dalam berbagai bentuk. Bentuk dalam artian ini adalah mampu mengkolaborasi,  menciptakan, mengkomunikasi berbagai informasi sehingga dapat digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan. Setiap individu seharusnya bukan saja menjadi Konsumen yang pasif tapi harus menjadi produsen yang aktif.  Jika kita sebaai generasi millenial kurang menguasi komposisi dalan digital,  hal tersebut bisa saja akan menjadi bumerang bagi generasi sekarang.  Karena meraka akan tersingkirkan dalam bersaing memperoleh pekerjaan serta interaksi sosial.

Literal digital harus menciptakan tatanan masyarakat yang berpola pikir kritis-kreatif sehingga tidak akan termakan isu yang provokatif serta menjadi korban dari informasi yang hoax. Dengan demikian kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan aman dan kondusif. Membangun budaya literasi sangat penting dan harus melibatkan masyarakat secara bersama-sama. Keberhasilan dalam bidang inimerupakan salah satu percapain dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.[4]

*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Posko 52



[1] Rullie Nasrullah dkk, Gerakan Literasi Nasional, (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan : Jakarta, 2017). Hal. 3

[2] Acep Syarifudin dkk, karangka Literasi Digital,

[3] Rullie Nasrullah dkk, Gerakan Literasi Nasional, (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan : Jakarta, 2017). Hal. 1

[4] Rullie Nasrullah dkk, Gerakan Literasi Nasional, (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan : Jakarta, 2017). Hal. 5

Komentar

Postingan populer dari blog ini