Peran Pendidikan Pondok Pesantren dalam Perbaikan Kondisi Keberagaman
Lingkungan
Oleh
: Khumairoh*
Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang
berbasis masyarakat penyelenggaraannya meliputi pendidikan diniyyah atau secara
terpadu dengan jenis pendidikan lainnya (IKAPI, 2010: 146), tujuan pondok
pesantren untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan peserta
didik untuk menjadi ahli agama (Mutafaqqih fi al-din) dan menjadi muslim
yang memiliki pengetahuan dan keterampilan atau kualitas untuk membangun
kehidupan yang Islami di lingkungan masyarakat. Berdasarkan pernyataan
tersebut, maka peran pesantren di lingkungan masyarakat sangat besar. Oleh
karena itu, kita tidak dapat mendiskreditkan keberadaan pesantren di
tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Pada sudut pandang lain, fungsi pendidikan pondok pesantren dapat
dikatakan sebagai alat pengendalian sosial (agent of social control)
bagi masyarakat. Tatkala terjadi penyimpangan sosial (deviation) dalam
masyarakat khususnya penyimpangan dalam hal yang berkaitan dengan nilai-nilai
Islam, maka dari itu fungsi pondok pesantren sebagai alat pengendalian sosial
harus dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Penyimpangan sosial lebih dominan muncul dikalangan masyarakat
perkotaan. Hal itu diungkapkan oleh Emile Durkheim bahwa “Gejala deviation pada
masyarakat Indonesia lebih banyak muncul dikalangan masyarakat kota besar, yang
cenderung merupakan perwujudan mentalitas menerabas yang pada hakekatnya
menimbulkan sikap untuk mencapai tujuan secepatnya tanpa banyak berkorban dalam
arti mengikuti langkah-langkah atau kaedah-kaedah yang telah ditentukan. Gejala
seperti ini oleh Emile Durkheim dinamakan sebagai anomie” (Soekarno,
1984: 211).
Banyak terjadi problemetika di tengah-tengah lingkungan masyarakat
karena kehadiran pondok pesantren yang merupakan langkah positif yang dilakukan
oleh masyarakat dan pemerintah. Dalam perjalanan pondok pesantren yang ada di
Indonesia ini tidak semua dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Sebagai lembaga pendidikan Islam, banyak pondok pesantren yang
mampu memenuhi tujuan kulturalnya yakni untuk mencetak santri yang berwawasan
luas serta mampu mengamalkan ilmunya, hal ini dikarenakan ada banyak pondok
pesantren yang sudah memenuhi unsur-unsur serta fasilitas yang terdapat di
dalamnya yang sanagat mendukung untuk berlangsungnya proses pendidikan. Akan
tetapi ada beberapa peran pondok pesantren
sebagai Lembaga Sosial dan Lembaga Dakwah Islam masih belum memberikan
hasil yang signifikan, hal ini yang mungkin membuat pondok pesantren sendiri
yang masih dalam tahap berkembang, dan kurangnya dukungan dari pihak-pihak di
luar pondok pesantren baik dari Pemerintah maupun dari Masyarakat. Oleh sebab
itu, seyogyanya perlu dijalin kerjasama yang lebih baik diantara pihak pondok
pesantren satu dengan pihak pondok pesantren lainnya.
*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang
Posko 52
Komentar
Posting Komentar