P eran Pendidikan Pondok Pesantren dalam Perbaikan Kondisi Keberagaman Lingkungan              Oleh : Khumairoh* Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berbasis masyarakat penyelenggaraannya meliputi pendidikan diniyyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya (IKAPI, 2010: 146), tujuan pondok pesantren untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan peserta didik untuk menjadi ahli agama ( Mutafaqqih fi al-din ) dan menjadi muslim yang memiliki pengetahuan dan keterampilan atau kualitas untuk membangun kehidupan yang Islami di lingkungan masyarakat. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peran pesantren di lingkungan masyarakat sangat besar. Oleh karena itu, kita tidak dapat mendiskreditkan keberadaan pesantren di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pada sudut pandang lain, fungsi pendidikan pondok pesantren dapat dikatakan sebagai alat pengend...

 

Penggunaan Media Sosial sebagai Sarana Dakwah Pendidikan di Era Modern

Oleh : Vivit Kumala Sari*

            Teknologi di era modern telah mengalami kemajuan yang begitu pesat. Hal ini dibuktikan dengan beragam macamnya media sosial yang semakin hari semakin bertambah daya saingnya dalam memberikan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Media sosial merupakan teknologi berbasis komputer yang memfasilitasi dan mempermudah penggunanya dalam berekpresi, berinteraksi, dan mendapatkan informasi secara online (daring).

            Keberadaan media sosial yang semakin mengglobal dan nyaris untuk tidak bisa dipisahkan dari genggaman masyarakat, perlu adanya etika serta batasan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahannya dalam berbagai aspek khususnya fungsi dan manfaatlah yang melatar belakangi hal ini.

            Seorang ahli telematika Roy Suryo mengatakan bahwa internet merupakan media komunikasi fenomenal dan canggih yang lahir di era 60-an. Sejak tahun 1980 Departemen Pertahanan Amerika Serikat pertama kalinya menggunakan konsep teknologi komunikasi canggih ini. Pada 1980 internet mulai digunakan untuk umum dan awal 1995 internet mulai merebak di Asia dan khususnya Indonesia, dan pada tahun yang sama internet difungsikan  sebagai media dakwah untuk menjalin hubungan antar muslim Indonesia di Kairo dan muslim di Kanada dan beberapa negara barat lainnya. Sejak itulah terbentuk cyber-cyber Islam media komunikasi dakwah.

            Penggunaan media sosial yang memudahkan masyarakat dalam berbagai kegiatan, baik menyampaikan informasi maupun mendapatkan informasi, menyebabkan adanya pengalihan kegiatan-kegiatan tersebut dari yang awalnya hanya dilakukan dengan bertatap muka sekarang beralih melalui media sosial. Seperti halnya berdakwah, media sosial memberikan keuntungan bagi masyarakat dalam dunia dakwah. Ada banyak macam media sosial yang bisa digunakan sebagai sarana dalam berdakwah seperti youtube, media ini berupa video yang kapanpun dan siapapun dapat mengaksesnya bahkan mengunggah video sehingga bisa disaksikan dan bermanfaat bagi banyak orang.

            Selain melalui youtube, media sosial yang bisa digunakan sebagai sarana dalam berdakwah diantaranya adalah WhatsApp. WhatsApp merupakan salah satu media yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik dari kalangan remaja maupun orang tua, media ini bisa menjadi sarana berdakwah melalui unggahan cuplikan-cuplikan video serta poster-poster yang dibagikan kepada kontak yang tersedia. Instagram, twitter, facebook, scribd (www.scribd.com), slideshare (www.slideshare.com), blog, milis, grup diskusi, LinkedIn (www.linkedin.com), dan Tumblr juga bisa digunakan sebagai sarana dalam berdakwah.

            Saat internet mulai merebak di kalangan masyarakat, para tokoh islam merasa khawatir akan efek dari adanya media sosial yang digunakan sebagai sarana dalam berdakwah. Namun, pada kenyataannya adanya media sosial justru dapat mempermudah dan menjadi lahan luas bagi kepentingan islam untuk memperkenalkan, mengajak, serta menyampaikan informasi terkait hal-hal yang kemungkinan orang islam sendiri belum tahu bagaimana kebenarannya.

            Dakwah melalui media sosial dinilai efektif dan potensial dengan berbagai alasan diantaranya adalah, pertama pengguna internet setiap tahunnya meningkat drastis, hal ini akan berpengaruh terhadap jumlah penyerap misi dakwah. Kedua, mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan energi dan biaya yang relatif terjangkau. Dan ketiga, dengan adanya media sosial yang digunakan sebagai sarana dalam berdakwah memudahkan masyarakat dalam memilih mana saja materi yang sesuai keinginannya.

            Meskipun dibilang mudah, efektif, serta potensial dalam penggunaannya. Perlu diingat, bahwa berdakwah melalui media sosial juga tergantung pada umat islam itu sendiri. Bagi seorang dai yang memilih berdakwah melalui media sosial harus menggunakan dasar-dasar serta dalil yang dapat dipertanggungjawabkan terhadap apa yang diinformasikan kepada masyarakat serta memiliki niat yang ikhlas. Sedangkan bagi masyarakat, jangan asal dalam mengambil informasi yang tidak jelas sumbernya dan tidak terpercaya.

*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Posko 52

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini