P eran Pendidikan Pondok Pesantren dalam Perbaikan Kondisi Keberagaman Lingkungan              Oleh : Khumairoh* Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berbasis masyarakat penyelenggaraannya meliputi pendidikan diniyyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya (IKAPI, 2010: 146), tujuan pondok pesantren untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan peserta didik untuk menjadi ahli agama ( Mutafaqqih fi al-din ) dan menjadi muslim yang memiliki pengetahuan dan keterampilan atau kualitas untuk membangun kehidupan yang Islami di lingkungan masyarakat. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peran pesantren di lingkungan masyarakat sangat besar. Oleh karena itu, kita tidak dapat mendiskreditkan keberadaan pesantren di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pada sudut pandang lain, fungsi pendidikan pondok pesantren dapat dikatakan sebagai alat pengend...

 

Pendidikan dan Dakwah Menuju Era Live Streaming di Tengah Wabah Covid-19

Oleh : Dwi Ummu Kholifah*

Pendidikan merupakan salah satu hal yang terpenting untuk membangun bangsa ini. Terlebih lagi Pendidikan pun juga banyak macamnya, baik Pendidikan formal mapun non formal. Tentunya kedua hal tersebut sangat memiliki pengaruh yang luar biasa. Kemudian, jika kita berpindah arah pembicaraan masuk ke kata dakwah, terkesan tidak ada keterkaitannya dengan pendidikan. Justru dirasa kurang tepat karena pendidikan dan dakwah merupakan dua hal yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Karena bagaimanapun, dakwah juga melewati tahapan pendidikan, Suatu dakwah yang tidak didampingi dengan ilmu baik yang kita peroleh dari pendidikan formal maupun non formal tidak akan ada artinya. Sebab apa yang kita sampaikan dari mulut kita tidak memiliki tujuan atau makna yang khusus.

Pendidikan dan dakwah tentunya merupakan dua kata yang memiliki pengertian yang berbeda. Pendidikan sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan suatu proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengelolaan dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik. Secara tidak langsung, pengertian di atas menjelaskan bahwa apa yang kita ketahui tentang pendidikan yang di peroleh hanya di bangku sekolah saja itu kurang tepat. Pendidikan bisa diperoleh dimana saja dan dengan siapa saja asalkan dalam seuatu keadaan tersebut mampu merubah sikap baik individu mapun kelompok tertentu.

Sedangkan dakwah sendiri kalo kita pertama mendengar kata-kata tersebut hal pertama yang ada di fikiran pasti apa-apa yang berbau agamis. Berkaitan dengan ilmu agama sebetulnya tidaklah salah karena dakwah sendiri berasal dari kata da’wah yang artinya ajakan. Dakwah adalah legiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan garis aqidah, syariat dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan. Seruan atau ajakan. Setelah penjabaran di atas mengenai kata dakwah tentu semakin mendapat pencerahan bahwa ilmu di peroleh dari pendidikan dakwah sendiri juga merupakan ajakan, panggilan dan seruan melalui ilmu yang kita miliki. Ilmu tidak bisa di peroleh jika kita tidak memperoleh pendidikan.

Lalu apa yang di maksut dengan Pendidikan dan dakwah di era live streaming di wabah covid-19? Tentu kita tidak lupa bahwa sudah hampir setengah tahun ini negara kita digemparkan dengan adanya wabah virus covid-19 yang mau tidak mau harus merubah segala sesuatu termasuk kegiatan kita sehari-hari. Mau tidak mau harus memaksa kita membiasakan diri dengan hal-hal yang baru. Hal ini tentunya sangat berdampak banyak baik dari segi sosial, ekonomi, termasuk pendidikan.

Beralih ke dampak wabah covid-19 yang menyebabkan perubahan besar-besaran terhadap pendidikan dan dakwah. Sempat mengalami kendala bagaimana proses pendidikan dan dakwah tetap berjalan seperti semestinya. Di sini mau tidak mau kita dituntut utuk mengikuti adanya perkembangan zaman baik dari kalangan pendidik, murid, maupun dari semua kalangan open mindesite. Salah satu solusi agar dua hal tersebut dapat tetap berjalan meskipun berjauhan yaitu dilakukan dengan cara live streaming. Walaupun solusi seperti ini tidak terlalu efektif untuk pendidikan dan dakwah setidaknya mampu tetap berjalan walaupun tidak seperti biasanya.

Dengan adanya livestreamingini baik dalam pendidikan maupun dakwah sama-sama membentuk kita menjadi pribadi yang lebih bijak lagi menggunakan IT dan lebih bisa membagi waktu dalam penggunaan smartphone dengan bijak, di sini kita juga di tuntun untuk berani melakukan hal-hal yang tidak pernah kita lakukan khususnya dalam konteks pendidikan dan dakwah. Walaupun semuanya serba online namun tidak mengurangi proses pendidikan dan juga dakwah di wabah covid-19 seperti ini. Semoga bumi ini cepat kembali membaik seperti sedia kala.

 

*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Posko 52

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini