- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pendidikan Islam
Oleh : Fatihatun Nurul Ulya*
Praktik
pengembangan ilmu seringnya diposisikan
di luar ranah dakwah, begitu pula dakwah seringnya juga
menyepelekan bidang pendidikan dan pengembangan
ilmu. Dalam tulisan ini akan membahas pendidikan Islam dalam kaitan-nya
dengan dakwah. Umat Islam beranggapan cukup kuat bahwa Islam adalah agama
dakwah. Pandangan demikian
sudah tentu mempunyai
dasar normatif dan historisnya,
sehingga wajar jika
sudah menjadi kesadaran umum
umat Islam. Meski demikian, beberapa persoalan lantas muncul menyertai
pandangan umum itu, ketika masyarakat muslim
melihat bahwa aktivitas
dakwah itu berbeda dengan aktivitas ilmiah, aktivitas
ilmiah itu tidak ada unsur dakwahnya, dan aktivitas dakwah
itu memang tidak ilmiah.
Pandangan demikian, pada awalnya memang berkembang dan
mengental di masyarakat kampus, dan ini justru yang istimewa, namun karena
suaranya ter-dengar cukup mengemuka,
bahkan sangat keras,
sudah tentu persoalan itu lalu
menjadi sangat menggelisahkan, dan bahkan cukup menggeramkan, meski
tidak mudah untuk diluruskan. Siapapun yang melibati kerja
ilmiah, tidak bisa menyembunyi-kan
keheranannya ketika memperhatikan
sisi lain kehidupan kampus. Mahasiswa yang sungguh-sungguh menjalani kehidupan.bagaimana mesti-nya, dan
masih berkembang sebagaimana pengertian awam.
Mahasiswa yang sungguh-sungguh menjalani kehidupan misalnya sebagaimana
ditunjukkan dalam Q.S. Ali Imran [3]: 104 (“Dan hendaklahada di antara kamu
segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepadayang ma’ruf dan
mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.”) Tulisan ini
tidak dimaksudkan untuk menyoroti organisasi kemahasiswaan kampus tertentu,
tetapi lebih melihat fenomena real mahasiswa, sebab nyatanya tiap-tiap
perguruan tinggi, nama LDK bisa
berbeda-beda, kadang mereka
menyebut dirinya sebagai
SieKerohanian Islam, Forum Studi Islam, Lembaga Dakwah Kampus, Badan
Kerohanian Islam,dan sebagainya.
Dengan gencarnya
dan bertubi-tubinya ‘dakwah’
seperti begitu, maka banyak juga
di kalangan mahasiswa dan dosen yang terjebak
ikut-ikutan juga. Kehidupan
kampus menjadi berubah,pembicaraan di
kantin, di perpustakaan,
bahkan kasak kusuk
disaat kuliah, apalagi di serambi masjid, menjadi bertemakan
strategi‘dakwah’. Mahasiswa yang masih aktif dengan aktifitasnya sebagai
mahasiswa, juga dosen yang berjalan di posisinya, benar-benar men-jadi
minoritas, cuma satu dua saja, bahkan nyaris tidak ditemukanlagi. Fenomena begini
nyatanya terus berlanjut
dan semakin membesar, bahkan
dilembagakan. Maka yang terjadi bukan
hanya penurunan prestasi akademik,
tetapi bahkan gairah
untuk kuliah,sebagai tujuan
semula, menjadi lemah
dan tidak ada lagi.
Sebagai persoalan selanjutnya,
tentu akan menjadi
semakin sulit dapat terbangun tradisi
ilmiah, dan apalagi sampai menghasilkan
karya ilmiah dengan tingkat
produktivitas yang tinggi.
Lebih dari itu,aktivitas
apapun yang berkaitan
dengan pengembangan ilmu menjadi
disepelekan, dinafikan, dan
diposisikan berseberangan dengan
aktivitas dakwah. Jika dilihat pada tingkat yang lebih rendah,di
sekolah-sekolah menengah, fenomena demikian cukup mengejala juga. Maka hilangnya
gairah belajar dan sulitnya mengembangkan tradisi akademik-keilmuan, kadang
bukan hanya sebab faktor guru atau
dosen, bahkan juga
bukan sebab lemahnya
peraturan dan disiplin, tetapi
lebih disebabkan sisi-sisi lain kehidupan kampus atau sekolah yang,
sadar atau tidak,
ikut mengalihkan perhatian
dari tujuan dasarnya yaitu
Dakwah.
Sebagai mahasiswa kita
harus memiliki semangat dan selalu membangun semangat untuk belajar tentang
Islam, sebagai anak muda mendakwahkan Islam dengan tujuan yang baik sangatlah
penting. Itu artinya kita peduli dan ikut berkontribusi terhadap agama
kepercayaan kita dan juga menjadi hamba yang taat. Pendidikan Islam yang diajarkan
banyak sekali metode nya tinggal kita untuk mempraktekkan nya, sekiranya kita
telah sanggup untuk berbagi ilmu dalam konteks dakwah ini lah yang harus
diunggulkan.
*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Posko 52
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar