P eran Pendidikan Pondok Pesantren dalam Perbaikan Kondisi Keberagaman Lingkungan              Oleh : Khumairoh* Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berbasis masyarakat penyelenggaraannya meliputi pendidikan diniyyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya (IKAPI, 2010: 146), tujuan pondok pesantren untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan peserta didik untuk menjadi ahli agama ( Mutafaqqih fi al-din ) dan menjadi muslim yang memiliki pengetahuan dan keterampilan atau kualitas untuk membangun kehidupan yang Islami di lingkungan masyarakat. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peran pesantren di lingkungan masyarakat sangat besar. Oleh karena itu, kita tidak dapat mendiskreditkan keberadaan pesantren di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pada sudut pandang lain, fungsi pendidikan pondok pesantren dapat dikatakan sebagai alat pengend...

 

Pendidikan Agama di Masa New Normal

Oleh : Izul Fitriyani Nuzulusalis*

Pendidikan agama islam bertujuan untuk membentuk perilaku generasi muslim yang lebih baik, berdasarkan aqidah islam dan ketauhidannya kepada Allah SWT. Perilaku tersebut sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari, bagaimana seseorang akan melakukan kegiatannya dengan sikap baik sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama islam. Sebab ketika seseorang bersikap baik kepada siapapun, semua orang akan segan, biasanya seseorang yang seperti ini bergaul dengan orang yang berakhlak baik pula.

Melalui pendidikan agama islam tersebut, berdampak baik kepada akhlak seseorang. Pasalnya apabila seseorang yang awalnya tidak baik, ketika ia bersungguh-sungguh niat dari hati ingin mempelajari agama islam mereka akan lebih baik moralnya, perilakunya, akhlaknya, dan pola pemiikirannya. Dengan begitu ia sudah siap ketika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh masyarakat  untuk kegiatan yang berkaitan dengan agama, Seperti menjadi imam, mengisi pengajian, mengajar ngaji, dan lain sebagainya.

Pendidikan agama juga menjadi patokan terwujudnya suatu karakter seseorang yang berdampak positif untuk dirinya sendiri maupun orang lain, yang semula masyarakat pasif sekarang menjadi aktif, yang semulanya masyarakat minim agama, sekarang menjadi lebih faham agama, yang semulanya mushala atau masjid sepi sekarang menjadi ramai.

Pendidikan agama di era new normal, seperti yang kita ketahui bahwasannya selama pandemi ini kita tetap belajar walaupun dirumah, menggunakan aplikasi yang di gunakan oleh guru, Seperti zoom, google meet, youtobe ataupun media lainnya, selama pandemi kegiatan tersebut berlangsung lancar, akan tetapi kurang afdhal apabila pendidikan agama tidak secara langsung disampaikan oleh guru kepada murid, dalam artian belajar secara langsung atau tatap muka.

Oleh karena itu, Pendidikan agama tetap berlangsung dengan tatap muka di era new normal saat ini dengan tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan, seperti yang kita ketahui bahwasannya sekarang ini banyak pondok pesantren yang mengharuskan semua santrinya masuk dengan syarat mengajukan bukti rapid test, membawa masker, membawa hand sanitizer, dan membawa obat-obat tertentu yang sekiranya dibutuhkan.

*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Posko 52

Komentar

Postingan populer dari blog ini