- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pendidikan Agama di Masa New Normal
Oleh : Izul Fitriyani Nuzulusalis*
Pendidikan agama islam bertujuan
untuk membentuk perilaku generasi muslim yang lebih baik, berdasarkan aqidah
islam dan ketauhidannya kepada Allah SWT. Perilaku tersebut sangat berpengaruh
pada kehidupan sehari-hari, bagaimana seseorang akan melakukan kegiatannya
dengan sikap baik sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama islam. Sebab
ketika seseorang bersikap baik kepada siapapun, semua orang akan segan,
biasanya seseorang yang seperti ini bergaul dengan orang yang berakhlak baik
pula.
Melalui pendidikan agama islam
tersebut, berdampak baik kepada akhlak seseorang. Pasalnya apabila seseorang
yang awalnya tidak baik, ketika ia bersungguh-sungguh niat dari hati ingin
mempelajari agama islam mereka akan lebih baik moralnya, perilakunya,
akhlaknya, dan pola pemiikirannya. Dengan begitu ia sudah siap ketika
sewaktu-waktu dibutuhkan oleh masyarakat
untuk kegiatan yang berkaitan dengan agama, Seperti menjadi imam,
mengisi pengajian, mengajar ngaji, dan lain sebagainya.
Pendidikan agama juga menjadi patokan
terwujudnya suatu karakter seseorang yang berdampak positif untuk dirinya
sendiri maupun orang lain, yang semula masyarakat pasif sekarang menjadi aktif,
yang semulanya masyarakat minim agama, sekarang menjadi lebih faham agama, yang
semulanya mushala atau masjid sepi sekarang menjadi ramai.
Pendidikan agama di era new
normal, seperti yang kita ketahui bahwasannya selama pandemi ini kita tetap
belajar walaupun dirumah, menggunakan aplikasi yang di gunakan oleh guru,
Seperti zoom, google meet, youtobe ataupun media lainnya, selama pandemi kegiatan
tersebut berlangsung lancar, akan tetapi
kurang afdhal apabila pendidikan agama tidak secara langsung disampaikan oleh
guru kepada murid, dalam artian belajar secara langsung atau tatap muka.
Oleh karena itu, Pendidikan agama tetap berlangsung dengan tatap muka di era new normal saat ini dengan tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan, seperti yang kita ketahui bahwasannya sekarang ini banyak pondok pesantren yang mengharuskan semua santrinya masuk dengan syarat mengajukan bukti rapid test, membawa masker, membawa hand sanitizer, dan membawa obat-obat tertentu yang sekiranya dibutuhkan.
*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Posko 52
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar