- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pemanfaatan Media sebagai Proses Dakwah di Masa Pandemi
Oleh : Inayatul Ulya*
Dakwah menjadi bagian yang sangat
esensial dalam kehidupan seorang muslim, dimana esensinya berada pada ajakan
dorongan (motivasi), rangsangan serta bimbingan terhadap orang lain untuk
menerima ajaran agama Islam dengan penuh kesadaran demi keuntungan dirinya dan
bukan untuk kepentingan pengajaknya. Pada masa Pandemi Covid-19 yang saat ini
terjadi menjadikan dakwah melakukan perubahan dalam proses ajarannya. Hal ini menjadikan
pemanfaatan media menjadi salah satu proses yang dilakukan agar tidak
tertinggal oleh zaman dan dalam dakwah dan pendidikan Muhammadiyah.
Hal ini turut dikatakan oleh Ketua
Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, bahwa teknologi memiliki
peran penting bagi kehidupan manusia dan hal ini tidak bisa dipungkiri.
Muhammadiyah harus mampu mengejar peralihan ini agar berjalan beriringan dengan
perubahan zaman yang ada. Dahulu kita terbiasa dengan komunikasi face to face,
tapi kini berubah menjadi komunikasi virtual. Perlu diketahui segmen dakwah ini
dapat disebut sebagai digital native.
Proses dakwah ini menjadi tugas
utama Muhammadiyah untuk dapat mengejar ketinggalan dan hadapi perubahan dan
perkembangan teknologi melalui empat prinsip dasar. Mulai pengembangan
teknologi, pengembangan konten, pengembangan infrastruktur dan pengembangan
pribadi. Proses dakwah sebagai usaha mengajak manusia dengan cara bijaksana
kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan
kebahagiaan mereka dunia dan akhirat.
Proses ini dilakukan atas dasar
untuk mengubah respon kita untuk menjadi lebih adaptif dan literasi teknologi.
Meskipun demikian, terdapat tantangan bagi Muhammadiyah saat ini teknologi
sudah jadi kebutuhan pokok bagi era saat ini tiap dan kondisi itu diperkuat
hasil penelitian dari PTMI UIN Jakarta yang menunjukkan bahwa 54,2 persen
generasi saat ini selalu mencari informasi terkait agama dan lainnya melalui
internet. Selain itu, yang menjadi tren saat ini dalam menganut ilmu agama,
generasi saat ini tidak lagi mengenal organisasi Islam baik Muhammadiyah maupun
NU. Mereka lebih merujuk kepada pribadi seseorang seperti tokoh-tokoh da'i masa
kini. Hal ini menunjukkan peran teknologi khususnya media sangat berpengaruh ke
eksitensi Muhammadiyah dalam melebarkan sayap dakwah dan pendidikan.
Kondisi saat ini yakni Pandemi
covid-19 yang masih terjadi di era new normal saat ini seharusnya tidak
menghalangi gerakan dakwah. Justru sebaliknya, ini dijadikan kesempatan bagi
para dai untuk semakin kreatif dalam berdakwah.
Proses dakwah sendiri memiliki metode yang dapat dilakukan, diantaranya
:
1.
Dakwah fardiyah yaitu dakwah seseorang kepada orang lain dalam
jumlah yang sedikit.
2.
Dakwah ammah yaitu dakwah yang dilakukan seseroang dengan lisan
yang ditujukan kepada banyak orang yang dimaksukan untuk menanamkan pengaruh.
3.
Dakwah bil lisan yaitu penyampaian secara lisan melalui ceramah dan
komunikasi langsung dengan objek dakwah.
4.
Dakwah bil hal yaitu melalui perbuatan. Ini bisa dilihat bagaimana
Nabi Muhammad dan para sahabat. Misalnya, bagaimana ketika Mushab bin Umair,
ketika menjadi duta dakwah di Madinah. Di sana, dakwahnya banyak diminati
karena cara dakwah Mushab menarik banyak orang karena Mushab memwakai wewangian
dan penampilan yang menarik.
5.
Dakwah bil tadwin yaitu melalui tulisan. Baik itu buku, koran, atau
tulisan yang mengandung pesan dakwah.
6.
Dakwah bil hikmah. Yaitu, dakwah dengan cara arif dan bijaksana.
Sehingga, membuat objek dakwah tertarik dengan materi dakwah tanpa ada tekanan
dan konflik.
Semenjak dunia dilanda pandemi virus
covid-19 beberapa bulan terakhir ini, maka terjadi banyak perubahan dalam
proses dakwah, karena Tabligh akbar, seminar dakwah, pengajian, dilarang.
Sementara, pandangan orang tentang dakwah itu adalah tabligh akbar dan hal itu
saat ini tidak bisa dilakukan sebagai bagian dari pencegahan penyebaran virus
corona. Karena itulah, di masa pandemi covid-19 ini, dan penerapan new normal
sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran covid-19, maka ini bisa menjadi
kesempatan di kalangan dakwah. Meskipun demikian, dalam kondisi ini seharusnya
tidak membuat aktivitas dakwah terhenti. Justru seharusnya membuat aktivitas
dakwah semakin berkembang dan maju. Karena proses dakwah ini dapat dilakukan
secara virtual. Terutama, untuk mencegah perluasan virus covid-19.
Dakwah virtual ini atau di linimasa
media sosial ini sifatnya low cost, tidak mahal dan tidak memerlukan biaya yang
banyak. Di mana, dakwah virtual ini tidak membutuhkan sejumlah hal seperti
halnya dakwah tabligh akbar seperti konsumsi ataupun biaya tak terduga lainnya.
Dalam dakwah virtual, orang hanya butuh kuota internet dan kemauan. Karena itu,
metode dakwah yang ketujuh adalah dakwah bil internet. Karena platform teratas
untuk media dakwah terbaik di masa pandemi covid-19 ini adalah melalui media
seperti youtube, dan media social lainnya seperti facebook, instagram, dan
twitter. Selain itu, dapat live streaming melalui zoom, google meeting.
Sejatinya seorang dai saat ini perlu
dibekali pengetahuan dan keterampilan tentang penguasaan teknologi informasi.
Sangat disayangkan, jika seorang dai yang memiliki ilmu tetapi tidak
tersampaikan kepada masyarakat di masa pandemi covid-19 ini. Namun, untuk hal
ini, tidak bisa dipaksakan juga seorang dai yang berilmu harus menguasai dakwah
virtual. Jika memang di daerahnya, terutama di pedesaaan, yang masyarakatnya
juga belum akrab dengan teknologi informasi, dan juga adalah zona aman dari
covid-19, dapat menerapkan metode dakwah melalui tatap muka. Hal ini pun disebutkan dalam Alquran :
"Orang beriman, berimanlah!"
Perintah ini berarti
bahwa kita harus selalu disuruh bergerak yaitu bahwa tugas dakwah harus selalu
bergerak. Meski dakwah harus terus bergerak, dan harus dipikirkan metodenya.
Salah satunya adalah memikirkan dakwah yang efektif. Para dai atau pegiat
dakwah harus diberitahu tentang teknologi informasi. Misalnya, pelatihan untuk
membuat film-film pendek yang bersifat dakwah. karena, ini bisa menarik
kalangan milenial untuk menandingi konten-konten yang kurang positif. Meskipun saat ini sedang terjadi problematika
kehidupan ini semakin banyak maka harus semakin rajin sesuai dengan
tantangannya. Para dai lebih kreatif lagi dalam berdakwah. Di mana tujuannya
adalah untuk menciptakan masyarakat Islam yang indah, damai, dan tidak saling
memusuhi.
Ciri dakwah
yang berhasil yakni dakwah yang menciptakan generasi muslim yang baik yang bisa
mengamalkan ajaran Islam dengan baik, mewujudkan
pribadi muslim yang saling saling tolong menolong dalam kebersamaan, proses
dakwah juga menunjukkan perintah kepada umat Islam untuk melakukan dakwah
sesuai dengan kemampuan masing-masing. Apabila seorang muslim mempunyai sesuatu
kekuasaan tertentu maka dengan kekuasaannya itu ia diperintah untuk mengadakan
dakwah. Jika ia hanya mampu dengan lisannya maka dengan lisan itu ia
diperintahkan untuk mengadakan seruan dakwah, bahkan sampai diperintahkan untuk
brdakwah dengan hati, seandainaya dengan lisan pun ternyata ia tidak mampu.
Karena dalam perintah ini disampaikan Rasulullah kepada umatnya agar mereka
menyampaikan dakwah meskipun hanya satu ayat. Ajakan ini berarti bahwa setiap
individu wajib menyampaikan dakwah sesuai dengan kadar kemampuannya dan hal ini
sesuai dengan situasi dan kondisi Pandemik yang terjadi saat ini.
*) Mahasiswa KKN
RDR UIN Walisongo Semarang Posko 52
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar