P eran Pendidikan Pondok Pesantren dalam Perbaikan Kondisi Keberagaman Lingkungan              Oleh : Khumairoh* Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berbasis masyarakat penyelenggaraannya meliputi pendidikan diniyyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya (IKAPI, 2010: 146), tujuan pondok pesantren untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan peserta didik untuk menjadi ahli agama ( Mutafaqqih fi al-din ) dan menjadi muslim yang memiliki pengetahuan dan keterampilan atau kualitas untuk membangun kehidupan yang Islami di lingkungan masyarakat. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peran pesantren di lingkungan masyarakat sangat besar. Oleh karena itu, kita tidak dapat mendiskreditkan keberadaan pesantren di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pada sudut pandang lain, fungsi pendidikan pondok pesantren dapat dikatakan sebagai alat pengend...

 

Pesantren dan Tantangan Dunia Pendidikan Era Industri 4.0

Oleh : Novi Yunaning Tyas*

            Kata pesantren bersinonim dengan kata surau (di Sumatra Barat) dan dayah (di Aceh). Kata pesantren atau pondok pesantren lebih umum dikenal masyarakat Jawa dan Kalimantan (Tan, 2014). Pesantren didefinisikan sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang mempunyai kekhasan tersendiri dan berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Pendidikan di pesantren meliputi pendidikan Islam, dakwah, dan pengembangan kemasyarakatan dan pendidikan lainnya. Para peserta didik di pesantren disebut santri yang umumnya menetap di pesantren. Tempat dimana para santri menetap, di lingkungan pesantren, disebut dengan istilah pondok. Dari sinilah timbul istilah pondok pesantren (Dirjen Kelembagaan Agama Islam, 2013).

Secara eksplisit Imam Zarkasyi memaknai pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok, dimana sosok kyai sebagai figure sentral, masjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya, dan pengajaran agama Islam dibawah bimbingan sang kyai yang diikuti para santri sebagai kegiatan utamanya (Wiryosukarto&Efendi, 1996).

Pesantren memiliki tradisi khas yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan di luar pesantren. Tradisi-tradisi itu diwariskan dari generasi ke generasi untuk kelangsungan hidup pesantren (Dhofier, 1994). Pesantren bukan semata-mata sebagai sebuah institusi pendidikan saja. Sejak kemunculannya, pesantren sebagai sebuah institusi yang telah berakar kuat di dalam masyarakat Indonesia. Pesantren merupakan produk dari sistem pendidikan pribumi yang memiliki akar sejarah, budaya, dan sosial di karena itu, pesantren merepresentasikan pendidikan yang unik yang mensintesakan dimensi sosial, budaya dan agama. Akar dan sintesis ini kemudian mempengaruhi fungsi pesantren baik secara internal maupun eksternal. Pesantren muncul sebagai sebuah komunitas. Kehidupan yang memiliki kemampuan untuk terlibat dalam aktivitas-aktivitas kreatif yang menggunakan pendidikan alternatif yang menggabungkan pendidikan dan pengajaran dengan pembangunan komunitas. Dalam konteks keindonesiaan, ia menjadi wacana yang selalu hidup, dinamis, aktual dan segar untuk diperbincangkan. Termasuk bagaimana fungsi sosial pesantren diperlukan dengan menimbang ulang peranan dan dinamika pesantren dalam masyarakat indonesia modern dimana dinamika modernitas mempengaruhi keberadaan pesantren secara fundamental terutama dalam menghadapi era digital yang ditandai oleh RI 4.0 dan kehadiran para generasi milenial. Dalam menghadapi era globalisasi dan informasi yang begitu cepat, pesantren sebagai institusi pendidikan, keagamaan, dan sosial diharapkan melakukan kebijakan strategis dengan melakukan pembaharuan-pembaharuan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat millinal terutama aspek pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih accessible dan kontekstual tanpa harus mengorbankan watak aslinya sebagai penjaga tradisi dan budaya pendidikan Islam yang khas Indonesia.

Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan agama yang menjadi rahim bersemayamnya para calon cendikiawan muslim, ia juga memiliki mandat untuk menjalankan misi pendidikan berdasarkan Pasal 1 (1) UU Nomor 20/2003 yaitu mengembangkan potensi diri perserta didik untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, berakhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Saat ini dalam era informasi global, metode dan pendekatan pebelajaran telah berkembang dengan cepat seiring dengan perubahan pola pikir dan gaya masyarakat di dalamnya yang tidak lagi bisa memaksakan cara mendidik 100 tahun lalu. Ketersediaan terabyte informasi yang lahir dari revolusi digital membuat semua orang dapat mengakses ilmu pengetahuan tanpa dibatasi ruang dan waktu, karena itu kurikulum pesantren terus didorong agar kontekstual dengan kebutuhan zaman dengan mengambil sesuatu yang dipandang manfaat-positif untuk perkembangan pesantren itu sendiri, pendekatan pembelajaran di pesantren harus mampu merangsang kemampuan berpikir kritis santri, sikap kreatif dan juga merangsang santri untuk bertanya sepanjang hayat. tetapi di sisi lain pesantren tetap mampu mempertahankan identitas dirinya sebagai penjaga tradisi keilmuan klasik, tanpa harus larut sepenuhnya dengan modernisasi.

Pada aspek sosial kemasyarakatan, para generasi net (generasi milenial) mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi-informasi yang mereka butuhkan termasuk ilmu-ilmu keagamaan. Hadirnya fasilitas media sosial seperti facebook, instagram, youtube dan lainnya telah telah menjadi pusaran informasi dengan ragam pemikiran dan ideologi termasuk yang bertentangan dengan nilai-nilai kebinekaan dan kerukunan beragama dan berbangsa di Indoensia. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pesantren dalam mengimbangi literatur keislaman yang mengandung bias-bias ideologi konservatif dan radikal dengan memproduksi literatur keislaman yang moderat, humanis dan rahmatan lil ‘alamain berbasiskan teknologi. Diantara upaya yang bisa dikembangkan adalah membangun literasi digital di pesantren dan membuat kanal (channel) kajian islam.

*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Posko 52

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini