- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Perubahan Sosial dan Modernisasi Pendidikan
Dakwah di Masa Pandemi
Oleh: Inayatul Ulya*
Moderenisasi dalam dunia dakwah
disini pasti tentunya kearah agama Islam, dakwah di dalam agama Islam sangat
dianjurkan tetapi tidak secara berlebihan, mengajak untuk berbuat ke hal yang
positif juga tidak dengan kekerasan tetapi dengan nasehat, itulah yang
dikatakan islam itu moderat. Sedangkan di dalam pendidikan juga dituntut untuk
menyampaikan dan mengajarkan dengan cara saling toleransi, penuh kasih sayang dan
tidak membeda-bedakan. Pada masa pandemi Covid-19, modernisasi dalam dakwah dan
pendidikan juga harus seimbang.
Di masa pandemi ini jalan dakwah
dengan cara pendidikan mengupayakan program-program yang menekankan kepada
ajaran agama. Untuk itu, semua program-program yang sudah di tetapkan oleh
pihak pemerintah berjalan lancar sampai pandemi ini berakhir. Perubahan sosial
dianggap sebagai sebuah fenomena yang bersifat problematik sampai sekarang.
Perubahan sosial yang dituju dalam aktivitas dakwah adalah perubahan yang
terencana (planned changed). Dalam
hal ini dakwah gerakan sosial yang berhasil mereformasi masyarakat adalah
seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.
Secara garis besar, dakwah Rasul
mencakup berbagai aspek, di antaranya: penguatan aspek sosio-religius berupa
pemantapan akidah umat yang dimulai dengan pembangunan masjid, dan penguatan
sosio-politik dan sosio-ekonomi dengan penerapan perintah zakat dan pelarangan
riba serta mendorong etos kerja. Oleh karena itu, perubahan di abad modern ini
dirasa akan lebih sulit, karena perubahan di banyak aspek, baik teknologi
maupun tekstur masyarakat modern sekarang ini memerlukan kematangan rencana dan
metode yang sistematis.
Tidak di pungkiri dunia dakwah dan
pendidikan seperti memiliki batas atau jarak yang menjadi penghambat dakwah dan
pendidikan tersebut. Islam yang dikatakan sebagai agama moderat tidak menuntut
untuk menjadi ekstrim, tetapi lebih mengarah untuk tidak memandang perbedaan
dari segi agama. Di dunia pendidikan sediri masih menerapkan empat pilar
pendidikan yaitu learning to know,
learning to do, learning to be, learning to live together.
Pada masa pandemic ini empat pilar
tersebut masih bisa di terapkan dengan tidak memaksa untuk harus mecapai
batasnya, tetapi semampunya, karena di dalam agama Islam sendiri Allah tidak
membebani umatnya dan mengerjakan sesuai kemampuannya. Dakwah sendiri dapat di
rasakan oleh banyak kalangan, pendidikan juga bias menjadi dakwah untuk menjadi
sumber utama mengajak seseorang kearah yang positif. Dakwah islam sendiri harus
bias menguatkan pandangan islam moderat di kalangan milenial maupun di kalangan
yang lainnya. Dengan banyaknya da’i muda yang menyebarkan islam moderat, di
harapkan juga generasi muda dan tua terus tertarik dan terus mendalami
keberadaan agama yang moderat dan damai. Karena, dakwah itu adalah perubahan ke
arah yang lebih baik.
Salah
satu tugas penting seorang da’i dalam mengartikulasikan dan mengomunikasikan
pesan-pesan dakwahnya sehingga pesan dan tujuan dakwahnya dapat tercapai adalah
tidak hanya memahami dan mengetahui materi-materi dakwah yang disampaikan,
tetapi juga mengerti dan memahami situasi dan realitas masyarakatnya. Upaya
untuk memahami situasi dan realitas masyarakat ini tidak akan termanifestasi
dengan baik tanpa kompetensi da’i yang ditunjang oleh khazanah wawasan yang
bersifat metodologis dan sosial-prediktif. Perubahan sosial memang harus
menjadi sasaran utama dari dakwah. Oleh karena itu, dakwah juga tidak bisa
dilepaskan dari adanya proses komunikasi, karena dakwah, komunikasi dan
perubahan sosial harus selalu sinergis antara satu sama lainnya. Dakwah tanpa
komunikasi tidak akan mampu berjalan menuju target-target yang diinginkan yaitu
terciptanya perubahan masyarakat yang memiliki nilai di berbagai bidang
kehidupan.
Dakwah sebagai proses perubahan sosial berperan dalam upaya perubahan
nilai dalam masyarakat yang sesuai dengan tujuan dakwah Islam. Dengan demikian,
dakwah Islam (da’i) sebagai agent of change memberikan dasar filosofis
“eksistensi diri” dalam dimensi individual, keluarga dan sosiokultural sehingga
Muslim memilki kesiapan untuk berinteraksi dan menafsirkan kenyataan-kenyataan
yang dihadapi secara mendasar dan menyeluruh menurut agama Islam. Karena itu,
aktualisasi dakwah berarti upaya penataan masyarakat terus menerus di
tengah-tengah dinamika perubahan sosial sehingga tidak ada satu sudut kehidupan
pun yang lepas dari perhatian dan pengharapannya. Dakwah Islam senantiasa harus
bergumul dengan kenyataan baru yang permunculannya kadang kala sulit diperhitungkan
sebelumnya.
Dengan demikian, sebuah kewajiban
umat Islam untuk mengawal perubahan sosial yang berjalan ke arah yang positif
melalui pengenalan, pengajaran, pengamalan dan pembinaan nilai-nilai Islam
dalam setiap aspek kehidupan tanpa terkecuali, mulai dalam kehidupan pribadi,
keluarga, lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, hanya
dengan aktivitas dakwahlah cita-cita menuju perubahan sosial yang diridhai oleh
Allah SWT dapat terwujud. Di dalam Al-Qur’an sendiri tersirat bahwasanya umat
Islam dicitrakan sebagai umat yang terbaik (khairu ummah) yang hadir di
tengah-tengah pentas kehidupan manusia. Citra sebagai khairu ummah tentunya
tidak datang begitu saja, melainkan harus diraih dengan perjuangan dakwah dan
optimalisasi seluruh potensi kemanusiaan dan kemampuannya yang dianugerahkan
oleh Allah SWT untuk kemaslahatan hidupnya di dunia dan kelak di akhirat. Oleh
karena itu, melalui dakwah umat harus didorong untuk menguasai ilmu pengetahuan
dan teknologi melalui pendidikan demi meningkatkan kualitas dan martabat
hidupnya.
Melalui dakwah pada akhirnya
masyarakat luas disadarkan, bahwasanya kebahagiaan, kesejahteraan dan kemuliaan
hidup, hanya dapat diraih manakala manusia mau menjalankan ajaran Allah SWT,
berhukum dengan hukum-hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT serta mengamalkan
secara utuh dan konsisten apa yang terkandung dalam Al-Qur’an. Juga, yang
akhirnya hanya perubahan sosial yang baik dan diridhai oleh Allah SWT itulah
yang kemudian menjadi tugas dan tanggung jawab manusia.
Dakwah sebagai suatu proses
perubahan sosial terencana yang dirancang untuk meningkatkan taraf hidup
masyarakat, di mana pembangunan dilakukan saling melengkapi proses pembangunan
ekonomi. Oleh karena itu, perubahan sosial menuju ke arah tertentu, maka dakwah
Islam berfungsi memberikan arah dan corak ideal tatanan masyarakat baru yang
akan mendatang. Dengan demikian, aktualisasi dakwah berarti upaya penataan
masyarakat terusmenerus di tengah-tengah dinamika perubahan sosial sehingga
tidak ada satu sudut kehidupan pun lepas dari perhatian dan pengharapannya.
Dapat
dilihat bahwa sebagai sebuah negara, Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku
bangsa untuk dapat saling menyesuaikan diri. Dengan demikian, dengan adanya
integrasi sosial akan tercipta integrasi nasional Indonesia. Di samping itu,
dampak perubahan sosial juga memunculkan disintegrasi sosial. Disintegrasi
sosial sering diartikan sebagai proses terpecahnya suatu kelompok sosial
menjadi bagian-bagian kecil yang terpisah menjadi beberapa unit sosial yang terpisah
satu sama lain.
Oleh karena itu, proses ini terjadi
akibat hilangnya ikatan kolektif yang mempersatukan anggota kelompok satu sama
lain. Islam pada hakikatnya adalah agama yang menyampaikan pesan-pesan moral
transendental dan bertujuan semata-mata untuk kebaikan serta kebahagiaan
manusia. Oleh sebab itu, bila Islam dipahami secara benar dan kreatif, ia tidak
diragukan lagi memiliki potensi dan peluang besar untuk ditawarkan sebagai
pilar-pilar peradaban alternatif bagi dunia masa datang. Dengan demikian, untuk
menjadikan Islam sebagai alternatif peradaban moral umat, maka penyampaian
materi dakwah, harus dibarengi dengan berbagai wawasan metodologi dakwah,
seperti kemampuan memahami perkembangan masyarakat (Sosiologi Dakwah),
kemampuan memahami perilaku kejiwaan seseorang (Psikologi Dakwah), kemampuan
mengolah materi dakwah (Managemen Dakwah), serta kemampuan mengaktualisasikan
dakwah sesuai dengan logika berfikir masyarakat (Dakwah Kontekstual) dan
sebagainya.
*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo
Semarang Posko 52
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar