P eran Pendidikan Pondok Pesantren dalam Perbaikan Kondisi Keberagaman Lingkungan              Oleh : Khumairoh* Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berbasis masyarakat penyelenggaraannya meliputi pendidikan diniyyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya (IKAPI, 2010: 146), tujuan pondok pesantren untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan peserta didik untuk menjadi ahli agama ( Mutafaqqih fi al-din ) dan menjadi muslim yang memiliki pengetahuan dan keterampilan atau kualitas untuk membangun kehidupan yang Islami di lingkungan masyarakat. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peran pesantren di lingkungan masyarakat sangat besar. Oleh karena itu, kita tidak dapat mendiskreditkan keberadaan pesantren di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pada sudut pandang lain, fungsi pendidikan pondok pesantren dapat dikatakan sebagai alat pengend...

 

Kenalkan Mahatma, Mahasiswa KKN Gelar Seminar Online

Semarang- Program Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN RDR) UIN (Universitas Negeri Islam) Walisongo Semarang Posko 52 menyelenggarakan seminar online Mahatma dengan tema Kombinasi Senam, Pernafasan, dan Dzikir. Acara ini mengundang dua narasumber, M. Munif (Ketua Mahatma Cabang Walisongo) dan Dr. Sulaeman Al-Kumayi, M. Ag. (Dosen UIN Waisongo Semarang) pada Sabtu (7/11).
“Mahatma adalah singkatan dari Maju Sehat Bersama, salah satu organisasi olahraga yang tidak hanya berfokus pada gerakan jasmani tetapi juga ruhani. Belum banyak masyarakat yang mengenal. Oleh karena itu, kelompok KKN kami berinisiatif mengadakan webinar ini agar lebih dikenal di mayarakat,” tutur Rizal, ketua posko 52.
Acara yang dimoderatori Itsna Tifani sukses menarik perhatian lebih dari 60 peserta melalui aplikasi Zoom meet.
M. Munif menyampaikan materi tentang pengenalan Mahatma, tujuan didirikannya, serta jurus-jurus yang dipelajari beserta manfaatnya.  “Mahatma merupakan ilmu pernapasan yang mempunyai pengaruh luar biasa terhadap kesehatan. Dapat membantu mengobati berbagai penyakit baik fisik maupun non fisik, seperti mag, pusing, mabuk kendaraan, hingga membantu melancarkan saluran pernapasan,” ungkap narasumber pertama saat mengawali materi.
Pernyataan tersebut dilengkapi Dr. Sulaeman yang menyampaikan tentang jurus, nafas, dan semangat dalam Mahatma. Menurutnya, ketiga hal tersebut adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahan. 
“Dalam Mahatma ada sepuluh jurus yang masing-masing memiliki manfaat. Mahatma bisa dijelaskan dalam jurus, nafas, dan semangat. Ketika hal ini bergerak, akan mempengaruhi kerja otak sehingga seseorang mampu menemukan makna hidup,” pungkas narasumber kedua sebelum mengakhiri materi. Acara berakhir pukul 10.30 WIB yang sebelumnya diadakan sesi tanya jawab terlebih dahulu.
*Pengirim : Alfi Mazida Hasanah (Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 52)

Komentar

Postingan populer dari blog ini