P eran Pendidikan Pondok Pesantren dalam Perbaikan Kondisi Keberagaman Lingkungan              Oleh : Khumairoh* Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berbasis masyarakat penyelenggaraannya meliputi pendidikan diniyyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya (IKAPI, 2010: 146), tujuan pondok pesantren untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan peserta didik untuk menjadi ahli agama ( Mutafaqqih fi al-din ) dan menjadi muslim yang memiliki pengetahuan dan keterampilan atau kualitas untuk membangun kehidupan yang Islami di lingkungan masyarakat. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peran pesantren di lingkungan masyarakat sangat besar. Oleh karena itu, kita tidak dapat mendiskreditkan keberadaan pesantren di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pada sudut pandang lain, fungsi pendidikan pondok pesantren dapat dikatakan sebagai alat pengend...

 

Efektivitas Pendidikan Virtual Dalam Membangun Pemikiran Masyarakat

Oleh : M. Harish Ubaidillah*

Pendidikan merupakan hal vital bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan manusia dapat menemukan dan mengembangkan hal-hal baru yang diperoleh. Seiring perkembangan zaman berbagai tantangan yang dihadapi juga tentu lebih besar, dengan adanya pendidikan manusia dapat tanggap dalam menghadapi berbagai tantangan dan peka terhadap perubahan zaman.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Pasal 1 Ayat 1). Oleh karena itu, kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan tertentu sangat penting dalam memajukan dan mengembangkan negara ini dan juga untuk bekal kehidupan bermasyarakat.

Perkembangan ilmu dan teknologi secata langsung maupun tidak langsung mempengaruhi segala aspek kehidupan tak terkecuali aspek pendidikan. Pendidikan sangat erat kaitannya dengan pembelajaran dengan proses interaksi peserta didik dan pendidik. Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi ,yaitu proses menyampaikan pesan dari sumber pesan ka penerima pesan. Berbagai strategi dan metode pembelajaran guna mempermudah proses pembelajaran, sehingga memperoleh hasil yang optimal.

Pendidikan di Indonesia bahkan di dunia akhir-akhir ini mengalami tantangan baru, yaitu adanya virus covid-19. Masa pandemi covid-19 seperti ini manusia dituntut untuk berinovasi ditengah tidak diperbolehkannya pembelajaran tatap muka. Metode pembelajaran virtual (virtual learning) sekarang ini banyak digunakan, bahkan pembelajaran virtual diwajibkan guna mempermudah dalam penyampaian materi. Metode pembelajaran virtual menuai berbagai pro dan kontra, diantaranya masalah sumber data nmanusia, perangkat, jaringan, kuota, dan lain-lain.

Metode pembelajaran virtual dinilai efektif untuk menghadapi masa pandemi seperti ini. Menurut penelitian pembelajaran virtual akan membuat peserta didik lebih mudah berinovasi dan menemukan hal baru dari apa yang dipelajari. Namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa pembelajaran virtual dinilai kurang efektif dikarenakan kurang adanya pengawasan langsung dari tenaga pendidik, sehingga peserta didik cenderung memiliki sikap yang malas dan cenderung meremehkan. Tidak adanya pembelajaran tatap muka juga memicu kurangnya interaksi sosial antar masyarakat, karena tidak semua masyarakat mau dan bisa menggunakan media sosial.

Selain masalah yang dialami peserta didik, pembelajaran virtual (virtual learning) juga dinilai kurang efektif dikarenakan masih kurangnya tenaga pendidik yang mumpuni dalam menggunakan dan mengelola media belajar yang tersedia. Karenanya efektivitas pembelajaran virtual ini tidak hanya bergantung pada peserta didik namun bergantung juga pada semua pihak yang terlibat.


*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Posko 52

Komentar

Postingan populer dari blog ini