- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Eksistensi Pesantren di Era Revolusi Industri
4.0
Oleh : Siti
Aisyatun Nahdiah*
Pesantren
merupakan siste Pendidikan yang sudah lama diterapkan di Indonesia, sistem pendidikan dalam pesantren mengharuskan tinggal atau menetap sementara waktu di pondok. Keberadaan
pesantren diyakini telah ada sejak abad ke-13 Masehi, diiringi dengan masa
pengenalan Islam di Indonesia.
Berbicara
mengenai eksistensi pesantren, maka tidak akan lepas dari Pendidikan yang ada
di pesantren itu sendiri. Seiring dengan laju perkembangan masyarakat,
pesantren sendiri telah mengalami banyak perubahan. Kini pesantren tidak hanya berkutat dengan
pendidikan yang berbasis keagamaan, tetapi juga mencakup persoalan kekinian
masyarakat. Maka dari itu pesantren tidak bisa dipandang sebelah mata,
semata-mata sebuah sistem pendidikan kuno yang sudah ketinggalan zaman.
Mengingat besarnya jasa pesantren dan para santrinya untuk bangsa ini dan masih
banyaknya pendeskriminasian antara pesantren dan lembaga pendidikan umum.
Eksistensi
pesantren di Indonesia secara legal sudah diakui, yang mana tertuang dalam
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 30
ayat 4. Pasal tersebut memaparkan salah satu fungsi pesantren sebagai satuan
Pendidikan, pesantren harus bisa mempersiapkan peserta didik menjadi anggota
masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama atau menjadi
ahli ilmu agama (tafaqquh fiddin).
Era
industri 4.0 biasanya merujuk pada era dimana terjadi perpaduan teknologi. Dimulainya
era industri 4.0 ditandai dengan terjadinya digitalisasi informasi dan
pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence) secara masif di berbagai sektor kehidupan manusia, termasuk
di dunia Pendidikan. Era industri ini, menjadi tantangan besar pesantren untuk
mengikuti perubahan zaman tersebut. Pesantren harus mengikuti trend-ternd yang
ada dengan tidak melupakan nilai-nilai kekhasannya. Bagaimana pesantren
memperkuat eksistensi di era revolusi industri 4.0 ?
Membuat
channel Kajian Keislaman
Dahulu
dakwah dilakukan dengan media elektronik semacam televisi dan radio yang
memiliki keterbatasan waktu siar, sekarang ini perlahan-lahan media tersebut
mulai ditinggalkan, masyarakat lebih suka menonton live melalui media Youtube
atau facebook yang menyediakan layanan streaming secara kegiatan dakwah,
sehingga mereka bisa belajar dan mengikuti proses pengajian tanpa harus
dibatasi ruang dan tempat dan mengonsumsi pesan-pesan agama di sela-sela
kesibukannya sebagai manusia modern.
Menyongsong
Pesantren 4.0
Eksistensi
Pesantren memainkan peran yang besar sejak sebelum kemerdekaan sebagai komponen
pembangun bangsa. Berkembang subur dan eksisnya pesantren hingga sekarang
merupakan cerminan dari eksistansi pesantren.
Pendidikan
Pesantren harus mau mendisrupsi diri jika ingin memperkuat eksistensinya. Terus
bertahan dengan cara dan sistem lama dan menutup diri dari perkembangan dunia,
akan semakin membuat pendidikan pesantren
kian terpuruk dan terbelakang. Beberapa hal yang harus diupayakan, salah
satunya yaitu dengan mengubah mindset lama yang terkukung aturan birokaratis,
menjadi mindset distrutif yang mengedepankan cara yang korporatif. Selv-driving
juga perlu dilakukan, agar mampu melakukan inovasi-inovasi sesuai dengan
tuntutan era 4.0. Terakhir, Pendidikan Pesantren juga harus melakukan reshape
or create terhadap segenap aspek di dalamnya agar selalu kontekstual
terhadap tuntutan dan perubahan. Seperti sebuah genealogi yang populer
“mempertahankan yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik”.
*) Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Posko 52
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar